5 Ikan Terbaik Untuk Dibuat Abon
Jika sebelumnya saya sudah membahas bagaimana
cara membuat abon ikan dan cara membuat peyek abon, kali ini saya akan membahas tentang jenis ikan terbaik yang cocok untuk dibuat menjadi abon. Berdasarkan referensi dari beberapa tulisan dan dengan melakukan observasi secara langsung, akhirnya saya mendapat 5 ikan terbaik untuk dibuat abon. Kelima ikan ini saya pilih dengan beberapa pertimbangan, yaitu dari segi ketersediaan ikan, harga ikan, rasa ikan, dan tingkat kesulitan dalam pengolahan ikan menjadi abon. Berikut ini adalah 5 ikan terbaik untuk dijadikan abon :
Lele
Lele merupakan ikan yang mampu bertahan hidup hampir di semua daerah di Indonesia. Lele juga tergolong ikan yang mudah dibudidayakan karena daya tahan tubuhnya yang kuat, oleh karena itu lele menjadi salah satu ikan yang selalu tersedia di pasaran karena periode budidaya yang singkat, hanya 2-3 bulan saja.
Semakin hari semakin banyak orang berinovasi membuat berbagai macam olahan dari lele, baik itu olahan basah maupun olahan kering yang tahan lama. Pecel lele, lele bakar berbagai macam bumbu, kerupuk lele,
stik lele, brownies lele, abon lele, dll
 |
lele |
Untuk diolah menjadi abon, cara pembuatannya memang tak semudah abon dari jenis ikan laut, karena lele memiliki kadar air yang lebih banyak dari jenis ikan laut. Dari segi rasa pun lele bukan yang terbaik. Akan tetapi jika ditinjau dari segi ketersediaan ikan dan harga belinya, lele menempati urutan pertama dalam daftar ini.
Marlin
Marlin (setuhuk) atau lebih dikenal masyarakat dengan nama nibung adalah ikan yang memiliki rasa cukup istimewa. Tekstur dagingnya yang berserat serta minim kadar air dan minyak membuat marlin sangat mudah untuk diolah menjadi berbagai macam produk, salah satunya abon. Dari kelima ikan yang saya pilih disini, marlin adalah ikan yang paling mudah untuk diolah menjadi abon.
Dan jika ditinjau dari segi harga, marlin bisa dikatakan ikan yang tidak terlalu mahal. Akan tetapi dari segi ketersediaan, marlin masih kalah dari lele, karena ada banyak faktor yang membuat marlin tidak bisa dipastikan tersedia setiap hari.
 |
nibung |
Tenggiri
Untuk ikan yang satu ini saya rasa sudah tidak diragukan lagi kelezatannya. Tenggiri adalah ikan yang paling digemari orang-orang yang memiliki imajinasi tinggi dalam bidang pengolahan. Teksturnya yang lembut tapi tidak kenyal membuat tenggiri mudah diolah menjadi berbagai macam produk basah dan kering, termasuk abon tentunya.
Sama halnya dengan nibung, ketersediaan tenggiri juga belum bisa dikatakan stabil. Selain itu harga ikan tenggiri juga cukup mahal, sedikit lebih mahal dari marlin.
 |
tenggiri |
Gabus
Ikan air tawar yang memiliki kepala mirip kepala ular ini juga memiliki rasa yang gurih lho. Karena rasanya yang khas, banyak produsen kerupuk dan pempek menggunakan ikan gabus sebagai bahan utamanya. Ikan gabus memiliki harga yang lebih tinggi dari ikan lele dan tingkat ketersediaannyapun lebih rendah.
Tekstur daing ikan gabus sangat lembut, memiliki sedikit kadar air, hampir menyerupai tekstur daging ikan tenggiri. Berdasarkan tingkat kesulitannya, ikan gabus adalah ikan air tawar yang paling mudah diolah menjadi abon.
 |
gabus |
Nila
Nila termasuk salah satu ikan air tawar yang mudah ditemukan di setiap daerah. Perkembangbiakannyapun sangat cepat, dan daya tahan tubuhnya juga tinggi. Di beberapa daerah di Indonesia, nila dianggap sebagai ikan yang rakus dan merugikan. Padahal, jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik, nila akan menjadi banyak produk olahan berkualitas.
Harga ikan nila juga tergolong murah, tidak jauh berbeda dengan harga ikan lele. Akan tetapi, jika diolah menjadi abon, tingkat kesulitannya lebih tinggi karena nila memiliki banyak duri. Nila yang berukuran besar lebih baik dan lebih mudah diolah dibandingkan yang berukuran kecil.
Oke teman-teman itulah tadi 5 ikan terbaik untuk dibuat abon (versi saya). Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan referensi bagi yang ingin membuat abon ikan. Sampai jumpa lagi.